Sopan Santun Budaya Yang Terlupakan


Sopan Santun Budaya Yang Terlupakan

Banyak pendapat menyatakan anak muda sekarang kurang menghargai sesamanya, penghormatan kepada orang yang lebih tua dan empati kepada yang menderita dinilai menipis. Salah satu contohnya yang mudah dilihat adalah membiarkan orang tua, perempuan hamil atau ibu yang sedang menggendong anaknya berdiri, sementara anak muda memilih tetap duduk di kursi dalam angkutan umum. Benarkah itu?

Iya, memang tak dapat dipungkiri, seiring dengan perkembangan zaman, tingkah laku para remaja kian berubah dari waktu ke waktu. Rasa hormat terhadap orang yang lebih tua secara terang-terangan sering kali tak ditunjukkan. Datangnya kebudayaan dari barat sangat mempengaruhi nilai-nilai tradisional bangsa Indonesia, sehingga semakin lama nilai tradisional Negara kita sendiri semakin pudar. Para remaja Indonesia kian mengikuti dan mencontoh kebudayaan luar negeri dan melupakan nilai-nilai tradisional Negara sendiri, seperti contohnya kesopanan.

Sopan santun, atau juga dikenal sebagai tata krama, merupakan salah satu ciri khas dari masyarakat Indonesia. Sejak dahulu, bangsa Indonesia dikenal dengan keramahannya, kesopanannya, serta adat istiadat yg dijunjung tinggi. Namun, apabila kita berkaca pada kehidupan bangsa saat ini, sungguh ironis sekali dimana banyak sekali pergeseran yang dilakukan oleh anak- anak, remaja mengenai budaya sopan santun ini. Di majalah, televisi, internet, tak jarang orang berani melakukan perilaku yang sebenarnya dianggap tidak sopan, namun sudah dianggap biasa.

Secara tidak langsung dengan kurangnya kita bersopan santun dan bertatakrama, jati diri kita sebagai bangsa indonesia sudah mulai luntur. Inilah masalah besar yang timbul dari hal sepele, perkara yang seharusnya kitaperhatikan sejak kita masih kecil, hal yang seharusnya diajarkan oleh para orang tua. Memang, masih banyak orang dari bangsa ini yang masih menjunjung kesopanan dan tatakrama, tetapi lebih banyak lagi orang-orang yang telah melupakan tentang tatakrama dan sopan santun tersebut. Inilah persoalan yang mendasar yang menjadi permasalahan bangsa indonesia saat ini. “Krisis jati diri” mungkin itu kata yang tepat untuk menyebutkan situasi bangsa Indonesia saat ini. Sebenarnya kata itu sangat menyakitkan hati bagi oarang-orang yang mau berfikir. Bangsa ini merupakan bangsa yang berbudaya , namun bangsa ini kini telah kehilangan jatu dirinya. Bangsa yang duluhebat karena budayanya, kini telah rapuh dengan sendirinya. Persoalan inilah yang menimbulkan masalah yang lebih besar dan mengerikan.

Pada dasarnya kita harus sopan dimana saja, kapan saja dan dalam kondisi apapun. Apalagi kita hidup dalam budaya Timur yang sarat akan nilai-nilai kesopanan, sehingga seharusnya kita berpatokan dalam budaya timur dan berpedoman pada sopan santun ala timur. Sopan santun itu bukan warisan semata dari nenek moyang, lebih dari itu, dia sudah menjadi kepribadian kita. Memang kadar kesopanan yang berlaku dalam setiap masyarakat berbeda–beda, tergantung dari kondisi sosial setempat. Dan permasalahan ini sangat komplek karena berkaitan dengan faktor internal dan eksternal yang menyebabnya lunturnya nilai sopan santun.

Faktor eksternal terealisasi dalam kondisi sekarang yang secara realita kebudayaan terus berubah karena masuknya budaya barat yang akan sulit mempertahankan kesopanan disemua keadaan ataupun disemua tempat. Perubahan tersebut mengalami dekadensi karena berbedanya kebudayaan barat dengan kebudayaan kita. Misalnya saja sopan santun dalam tutur kata. Di barat, anak-anak yang sudah dewasa biasanya memanggil orang tuanya dengan sebutan nama, tetapi di Indonesia sendiri panggilan tersebut sangat tidak sopan karena orang tua umurnya lebih tua dari kita dan kita harus memanggilnya bapak ataupun ibu. Kemudian sopan santun dalam berpakaian, diluar negeri orang yang berpakaian bikini dipantai bagi mereka wajar. Tapi bagi kita berpakaian seperti itu sangat tidak sopan karena dianggap tidak sesuai dengan norma kesopanan. Selanjutnya Sopan santun dalam bergaul, dibarat jika kita bertemu teman yang berlawanan jenis kita boleh mencium bibirnya, tetapi di Indonesia hal tersebut sangat bertentangan dengan kesusilaan. Oleh karena kebudayaan yang masuk tidak tersaring sepenuhnya menyebabkan lunturnya sopan santun.

Sedangkan faktor internalnya ada pada diri sendiri, keluarga, lingkungan tempat nongkrong, lingkungan sekolah, ataupun media massa. Pengetahuan tentang sopan santun yang didapat disekolah mungkin sudah cukup tapi dilingkungan keluarga ataupun tempat tongkrongan dan media massa kurang mendukung tindakan sopan disemua tempat ataupun sebaliknya, sehingga membuat tindakan sopan yang dilakukan oleh anak-anak atau pun remaja hanya dalam kondisi tertentu. Misalnya penyebutan nama bagi yang umurnya lebih tua masih dianggap tidak sopan sehingga mereka memanggil mas, bang, aa, ataupun yang lain. Sedangkan dalam berpakaian ataupun yang lain kurang diperhatikan. Kita sendiri tak memungkiri keadaan tersebut , kondisi lingkungan yang kurang peduli terhadap kesopanan, sehingga akhirnya pada saat-saat tertentu saja kita sopan. Seperti disekolah, ditempat kuliah, ataupun di tempat-tempat formal yang lainnya. Keadaan ini seharusnya jangan sampai terjadi karena lama kelamaan akan menimbulkan hilangnya kebudayaan kita dan mungkin akhirnya kita tidak mempunyai kebudayaan sendiri.

Fakta lain yang menunjukkan menurunnya tingkat kesopanan remaja di Indonesia adahal seperti halnya zaman dahulu, para remaja sangatlah sopan terhadap orang yang lebih tua. Mereka harus berlutut atau dalam bahasa jawa “sungkem” jika sedang berhadapan dengan orang yang lebih tua. Para remaja sangat hormat dan tunduk kepada orang tua dan hal tersebut membuktikan bahwa para remaja sangatlah sopan terhadap orang tua. Tetapi sangatlah berbeda dengan zaman sekarang. Kebanyakan remaja berlaku tidak sopan terhadap orang yang lebih tua. Melawan ketika dinasihati, memotong pembicaraan, membiarkan berdiri sedangkan ia tetap memilih duduk dikursi dalam angkutan umum, dan masih banyak lagi lainnya.

 

Melihat kondisi demikian, agaknya tepat jika orang tua ikut berperan dalam pembentukan etika pada anak. Dan orang tua pula dituntut untuk mengajarkan nilai-nilai tersebut. Namun mengajarkan etika tidak bisa dilakukan hanya satu hari. Hal ini membutuhkan proses yang cukup panjang dan haris dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan. Hal tersebut adalah suatu langkah awal untik membentuk suatu generasi yang sadar diri terhadap tatakrama dan sopan santun.

Pendidikan karakter juga harus terus diupayakan sebagai pengganti dari konsep Pendidikan Moral Pancasila (PMP) yang kini telah tiada dan hanya tinggal menjadi sebuah nama dalam perjalanan sejarah masa lalu. Pengertian karakter yang banyak dikaitkan dengan pengertian budi pekerti, akhlak mulia, moral, dan bahkan dengan kecerdasan ganda (multiple intelligence) kiranya bisa membantu dalam membentuk norma kesopanan pada anak. Hal ini Mengingat lingkungan pendidikan merupakan tempat di mana waktu banyak dihabiskan maka perannya juga tidak boleh dikecilkan. Sayangnya, pendidikan budaya di lingkungan sekolah sejauh ini belum bisa mencapai tujuan utamanya. Pendidikan bahasa Jawa hanya mengajarkan tutur bahasa Jawa. Seharusnya, pengajaran tentang kebudayaan Jawa yang berkaitan dengan budi pekerti dan kepribadian juga diajarkan. Perkembangan zaman saat ini merupakan pemicu dari lambatnya pemahaman budaya masyarakat termasuk pendidik. Selain itu, secara disiplin ilmu mereka juga tidak paham tentang budaya sebenarnya. Padahal pendidikan karakter yang selama ini digemborkan dalam sistem pendidikan, sangat erat kaitannya dengan kearifan lokal, termasuk budaya dan bahasa Jawa.

Nilai-nilai tradisional sebenarnya sangatlah penting bagi remaja-remaja itu sendiri. Nilai-nilai kesopanan yang dibawa remaja-remaja Indonesia akan memberi dampak positif bagi mereka yang membawanya. Remaja-remaja yang menjaga kesopanan di mana saja dan terhadap siapa saja akan dinilai lebih oleh orang lain dan hal tersebut menjadikan image yang bagus bagi remaja itu sendiri. Menjaga kesopanan juga menjanjikan masa depan yang lebih baik karena orang-orang akan menganggap kita tinggi dan bermartabat.

 

Nilai-nilai tradisional terutama kesopanan harus tetap dijaga para remaja Indonesia sehingga tidak hilang seiring dengan berkembangnya zaman. Nilai-nilai kesopanan sangatlah penting dalam hidup bermasyarakat dan bersosialisasi dengan orang banyak sehingga orang lain juga dapat menghormati kita sebagaimana kita telah menjaga kesopanan dikalangan orang banyak. Dengan menjaga nilai-nilai kesopanan kita, para remaja yang disebut-sebut sebagai penerus bangsa, juga dapat memajukan bangsa Indonesia dengan menjaga nilai-nilai tradisional yang sudah dibawa dari dulu.

 

Tulisan ini hanya sekadar mengungkapkan kekecewaan penulis atas berkurangnya nilai-nilai kesopanan yang dimiliki bangsa ini. Marilah kita mulai membuka mata, dan melihat kembali di sekeliling kita, apakah sopan santun itu masih ada, atau hanya akan menjadi budaya yang terlupakan oleh bangsa ini.

 

Renungkanlah sejenak, meskipun kesopanan itu merupakan bagian kecil dari kehidupan, kesopanan inilah yang akan membuat hidup kita jadi lebih baik. Mari kita mulai untuk menghidupkan kembali budaya sopan santun yang baik. Menanamkan itu pada anak cucu kita, sehingga ciri khas dari bangsa ini tidak akan hilang ditelan waktu. “Sopan santun sebuah budaya yang terlupakan” hanyalah sebagai pengingat untuk kita agar tidak melupakan perilaku sopan dan santun dalam kehidupan ini.

 

Teruntuk generasi-generasi muda Indonesia yang cerdas, semangat, baik, berwawasan luas, sehat jasmani dan rohani, moral yang baik dan menjunjung tinggi kesopanan, mari kita bersatu rapatkan barisan kita, perbaiki kembali kepribadian kita, akhlak kita, moral kita, dan lihatlah ke dalam diri kita sendiri dan renungkan kembali apa yang harus kita lakukan sebagai generasi muda Indonesia agar Negara kita Negara yang bersih, sehat, maju, kuat, dan cerdas dengan anak-anak dari generasi yang akan datang. Kita semua tahu, sebagi generasi muda Indonesia masa depan Indonesia bergantung pada generasi muda selanjutnya yang akan maju menggantikan generasi senior yang memang sudah waktunya menyerahkan kepemimpinan kepada generasi-generasi muda untuk mengurus dan membenahi Negara kita Indonesia menjadi Negara yang lebih baik, adil, jujur, dan bersih dari segala macam keburukan-keburukan yang kotor.

Pertemuan Orang Tua Siswa Kelas XII Menjelang UN


SMK Negeri 1 Yogyakarta (Skaoneta)

Berkualitas, berkarakter, berakhlak dan berbudaya

 

Kemarin menjelang pertemuan orang tua siswa kelas XII yang direncanakan pukul 13.00 – 15.00 didahului dengan hujan yang sangat deras. Alhamdulillah ternyata hujan tidak menjadi hambatan untuk orang tua datang di SMK Negeri 1 Yogyakarta. Hal ini menunjukkan bahwa kepedulian orang tua siswa terhadap putra dan putrinya sangat istimewa.

Kepedulian yang demikian inilah yang menjadi semangat kami untuk senantiasa mendidik putra – putri dengan kerja cerdas dan kerja keras serta kerja ikhlas. Semoga dengan kerjasama yang baik antara orangtua, semua civitas akademika Skaoneta,  siswa dan siswi kelas XII akan memperoleh prestasi yang sangat tinggi sehingga menjadi kebanggaan baik sekolah maupun orang tua. Saya pun berharap semua siswa dan siswi SMK Negeri 1 Yogyakarta bisa lulus dengan baik dan akan segera bisa mengabdi kepada masyarakat baik melalui wirausaha maupun yang lainnya.

Semoga di waktu yang tersisa ini kurang lebih selama 2 bulan anak-anakku kelas XII bisa mengoptimalkan waktunya sebaik mungkin sehingga bisa mengikuti berbagai macam ujian yang diselenggarakan oleh sekolah baik secara sektoral maupun secara nasional. Oleh karena itu mohon semua guru terutama yang mengajar kelas XII selalu untuk mengingatkan kepada anak didiknya agar bisa belajar dengan baik dan  jangan lupa berdoa. Berdoa merupakan bagian dari orang yang beriman yang setiap doa kita akan dikabulkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Saatnya SMK Negeri 1 Yogyakarta bisa menjadi lebih hebat. Hebat gurunya, karyawannya, siswanya kerjasama dengan orang tuanya.

Katakan datang di awal waktu yes


SMK Negeri 1 Yogyakarta (Skaoneta)
Berkualitas, berkarakter, berakhlak dan berbudaya

Pernahkah membayangkan seberapa besar manfaat bila kita datang di awal waktu dalam kegiatan apapun?? Datang on time saja di era sekarang tidak cukup akan tetapi di early timelah menjadi kebutuhan.

Banyak manfaat yang kita dapat tatkala kita datang di awal waktu. Misalnya bila pukul 07.00 masuk sekolah sebaiknya sebelum pukul 07.00 kita sudah berada di lokasi. Rapat pukul 09.00 sebaiknya hadir sebelum pukul 09.00 begitulah seterusnya. Kenapa ini penting dan apa saja return yang didapatkan??

Pertama di jalan kendaraan masih longgar tatkala bisa datang lebih awal. Bisa di bayangkan bila semua orang ingin datang on time semua akan berlomba-lomba di waktu itu di jalan yang sama. Akan tetapi bila kita bisa datang di awal waktu maka sedikit ada kelonggaran di jalanan sehingga safety lebih terjamin.

Kedua datang di awal waktu berarti ada persiapan. Persiapan ini penting untuk mengikis sifat ketergesaan. Bukankah sifat tergesa-gesa itu membuat pikiran sedikit agak krodit dan kadang banyak yang terlupakan seharusnya membawa apa yang perlu di bawa jadi lupa deh.

Ketiga datang di awal waktu pikiran dan suasana hati jadi lebih tenang. Bukankah kenyamanan itu yang ingin diraih oleh setiap manusia??Saat suasana nyaman diharapkan akan dapat meningkatkan produktifitas. Kok bisa??silahkan di coba deh datang di awal waktu rasakan manfaatnya.

Keempat datang di awal waktu melatih disiplin diri menjadi kebiasaan. Disiplin diri itu bisa dilatih dan diarahkan sampai terbentuk kebiasaan. Sesuatu yang diulang dan dilakukan secara terus menerus jadilah ke biasaan. Bukankan Habit is power??

Dan banyak manfaat lainnya yang kita rasakan saat kita bisa datang lebih awal. tunggu apalagi saatnya mulai saat ini dan seterusnya ucapkan secara lantang “selamat tinggal on time dan selamat datang early time”.

Saatnya SMK Negeri 1 Yogyakarta bisa menjadi lebih hebat. Hebat gurunya, karyawannya, siswanya, dan datang di awal waktunya.

Salam menemu paling menulis dengan mulut dan membaca dengan telinga.

Kemetiran kidul 15 februari 2019 pukul 06.41 WIB

BPJS Ketenagakerjaan Perlu


SMK Negeri 1 Yogyakarta (Skaoneta)
Berkualitas, berkarakter, berakhlak dan berbudaya

Hari ini saya mengikuti kegiatan sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan di Dikpora. Acara diawali dengan berdoa dan dilanjutkan sambutan dari Ibu Isti selaku Kabid. Dikmen.

Beliau mengucapkan selamat datang kepada semua yang berkenan hadir untuk mengikuti sosialisasi program BPJS ketenagakerjaan di Dikpora 13 Februari 2019.

BPJS ketenagakerjaan ini sangat penting untuk memberi perlindungan kepada para siswa SMK yang melaksanakan praktek industri atau prakerin. Jaminan anak didik kita saat magang / prakerin yang sekarang ini selama 6 bulan sehingga selama 6 bulan ini anak didik kita praktek kerja di Du/Di.

Bu Isti juga menyampaikan kepada bapak ibu kepala sekolah atau yang mewakili agar menyiapkan anak kelas XII mengikuti UN di bulan Maret 2019. Mohon disiapkan sebaik mungkin baik secara akademik maupun kompetensinya sehingga mendapatkan hasil yang optimal.

Beliau juga memberi arahan apakah ke depan BPJS dimungkinkan masuk di DPA untuk sekolah negeri. Atau mungkin anak membayar sendiri. Kita inginnya semua anak kita saat prakerin selamat tetapi juga butuh jaminan keselamatan kerja sehingga menjadi lebih nyaman. Akhirnya Ibu Isti berpesan agar mengikuti sosialisasi dengan baik.

Saat SMK bisa menjadi lebih hebat. Hebat gurunya, karyawannya, siswanya dan perlindungan ketenagakerjaannya.

Salam menemubaling menulis dengan mulut dan membaca dengan telinga

Dikpora 13 Februari 2019 pukul 09.49

Aneka “Ujian” Prasyarat Sukses


SMK Negeri 1 Yogyakarta (Skaoneta)
Berkualitas, berkarakter, berakhlak dan berbudaya

Pada semester genap ini kelas XII SMK Negeri 1 Yogyakarta akan menempuh berbagai macam ujian. Ujian ini terbagi 2 yaitu ujian teori dan ujian praktek. Ujian teori yang meliputi semua mapel diujikan pada USBN (ujian sekolah berstandar nasional). USBN diselenggarakan oleh sekolah yang sudah terakreditasi. Soalnya perpaduan 25% dari pusat dan 75% dari sekolah.

Proses pembuatan soal diawali terlebih dahulu telaah kritis indikator yang dikeluarkan dari pusat oleh mgmp setempat dibawah koordinasi Dikpora yang dalam hal ini oleh Baldikmen. MGMP setiap mapel membuat indikator-indikator yang selanjutnya di serahkan ke Baldikmen. Baldikmen menyerahkan ke MKKS untuk didistribusikan ke sekolah-sekolah. Atas dasar indikator guru di sekolah sesuai dengan mapel masing-masing menyusun soal. Soal yang tersusun di telaah atau verifikasi MGMP internal sekolah. Tidak menutup kemungkinan juga verifikasi bisa dilakukan oleh MGMP antar sekolah atau Kota Yogyakarta. Soal yang telah terverifikasi digabung dengan soal yang dari pusat jadilah master soal. Master soal ini siap untuk diujikan ke semua siswa.

Begitulah proses perjalanan soal yang bisa diujikan menjadi USBN. Hasil atau nilai USBN dikirim ke pusat melalui dapodik.

Selesai USBN siswa juga mengikuti UNBK (ujian nasional Berbasis Komputer). UNBK ini sepenuhnya soal berasal dari pusat. Hasil UNBK untuk memetakan kualitas pendidikan yang ada di Indonesia mulai dari Sabang sampai Merauke. Karena sifatnya untuk memetakan kualitas maka hasil UNBK tidak berpengaruh terhadap kelulusan siswa. Kriteria kelulusan siswa sepenuhnya di serahkan kepada sekolah melalui rapat dewan guru.

Disamping UNBK siswa mengikuti juga UKK (ujian kompetensi kejuruan). UKK ini diselenggarakan setelah UNBK untuk menguji semua mata pelajaran produktif apakah sudah atau belum kompeten. Selama belajar di SMK siswa akan diuji kompetensi kejuruaanya sehingga saat dinyatakan kompeten harapannya siswa kerja atau membuat lapangan kerja di masyarakat.

Sebelum siswa mengikuti semua ujian tersebut di atas ada juga ujian praktik. Ada praktik keagamaan, olah raga dan lain sebagainya. Wow semoga siswa kita tetap sehat dan fix sehingga bisa mengikuti serangkaian aneka macam ujian dengan baik dan sukses. Saatnya SMK Negeri 1 Yogyakarta bisa menjadi lebih hebat. Hebat gurunya, karyawannya, siswanya, dan bisa lulus semuanya.

Salam menemu baling menulis dengan mulut dan membaca dengan telinga.

Puspa Indah 13 Februari 2019 pukul 05.49 WIB

Bursa Kerja SMKN 1 YK


Alhamdulilah memasuki bursa kerja #9 SMKN 1 YK tahun ini akan berkolaborasi dengan SMKN 5 YK . Hal ini kami lakukan dengan berbagai pertimbangan serta hasil evaluasi pelaksanan bursa kerja SMKN 1 YK yang sudah melaksanakan sejak tahun 2011 . Dan hasil rapat awal tim Humas dengan BKK mencoba untuk move on pelaksanan bursa kerja #9 di luar sekolah yaitu di Grand Inna Malioboro. Karena biayanya besar maka kami mengajak SMKN 5 YK untuk berkolaborasi dan gayung bersambut , dan kami mulai berkoordinasi dan atas dorongan dari bapak Kepala Sekolah Elyas, S.Pd., M.Eng. pelaksanaan Bursa Kerja #9 SMKN 1 YK dan Bursa Kerja yang ke 3 SMKN 5 YK akan dilaksanakan di GRAND INNA MALIOBORO  yang pelaksanaannya tanggal 20-21 April 2019 dengan berbagai tema yang akan kita angkat namun semuanya adalah untuk memberikan wawasan ,pengalaman dan peluang bagi anak-anak didik kita khususnya, alumni dan masyarakat DIY di Dunia kerja dan Dunia Industri

 

Senyum Ceria di Dolandeso


SMK Negeri 1 Yogyakarta (Skaoneta)
Berkualitas, berkarakter, berakhlak dan berbudaya

Suasana pedesaan itu benar-benar terasa di Dolandesa. Sesuai dengan namanya “Dolandesa” bermain ke desa seakan terasa di “Surga”. Betapa tidak pemandangan hijau bertebaran di mana-mana, suara gemericik air bak irama lagu tiada henti.

Pagi itu pukul 08.00 anak-anak kami kelas X Skaoneta tiba di DolanDesa. Mereka datang langsung berkumpul di pendopo. Di Pendopo inilah acara segera dimulai. Saya berkesempatan untuk membuka acara Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) ini. Seperti biasa setelah salam langsung ucapan jiwa korsa Skaoneta. Saya bilang SMK siswa langsung menjawab Bisa! SMK 1…luar biasa dan SMK Negeri 1… Berkualitas, Berkarakter, Berakhlak dan Berbudaya (Ber4). Suasana itu benar – benar bergembira siap untuk menanti instruksi selanjutnya.

selesai dilaksanakan acara pembukaan di pendopo siswa langsung menuju ke lapangan untuk membuat lingkaran besar. Di sinilah para instruktur mulai membuat acara yang sangat meriah. Dari materi yang sederhana sampai sedikit kompleks. Aneka tepuk tersaji dengan dengan baik untuk melatih konsentrasi dan kekompakan siswa. Bila ada salah satu atau beberapa siswa yang salah mengikuti instruksi maka terkena coretan di wajahnya. Nah suasana ini semakin lama semakin heboh dan endingnya adalah membuat kelompok-kelompok kecil yang masing-masing mempunyai satu pemimpin.

Masing-masing kelompok yang teebentuk ini dipandu oleh instruktur dengan berbagai permainan yang intinya adalah bagaimana melatih kekompakan satu dengan yang lain. Buang rasa egois mu satukan jiwa satukan raga untuk menuju sukses bersama. Sukses bersama yes bahagia bersama perlu. Ya jiwa inilah yang selalu ditanamkan pada masing-masing kelompok dibingkai juga dengan kompetensi antar kelompok. Nah “persaingan” antar kelompok pun tidak bisa dihindarkan. Adu strategi satu dengan yang lain untuk menjadi yang terbaik. hanya mereka yang kompak dan serius serta konsentrasilah yang akhirnya menjadi yang terbaik.

Selesai bermain di arena kering para siswa diajak untuk bermain di arena basah. Ini juga tidak kalah menantangnya. Mereka bermain air…dan ada uji nyali …bermain air di arus yang cukup deras. Hanya mereka yang memiliki mental bajalah yang bisa menaklukkan ini. Mau bukti …datang deh ke sini dijamin fresh kembali dan tidak terlupakan sepanjang masa.

Saatnya SMK Negeri 1 Yogyakarta bisa menjadi lebih hebat. Hebat gurunya, karyawannya, siswanya, dan jiwa korsanya.

Puspa Indah 10 Februari 2019 pukul 04.12 WIB

PPK di Dolandeso Boro


SMK Negeri 1 Yogyakarta (Skaoneta)
Berkualitas, berkarakter, berakhlak dan berbudaya

Pagi hari ini Sabtu 9 Februari 2019 kelas X SMK Negeri 1 Yogyakarta akan mengikuti Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di Dolandeso Boro. Tujuannya untuk memberikan bekal kepada kelas 10 agar memiliki “jiwa korsa” dan rasa tanggung jawab serta membangkitkan motif prestasi yang tinggi.

Acaranya dikemas dengan outbound bersama dengan aneka pilihan permainan. Bergembira bersama sambil menghargai sesama serta menjaga kekompakan tim (kolaborasi). Aneka permainan juga membangkitkan rasa ingin tahu siswa untuk menunjang kreativitasnya.

Kegiatan PPK ini terdiri dari kompetensi keahlian Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKKL) 2 rombel, Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (OTKP) 2 rombel serta Bisnis Daring dan Pemasaran (BDP) juga 2 rombel sehingga total 6 rombel akan diberangkatkan dari SMK Negeri 1 Yogyakarta pukul 7.00 WIB. Semua siswa juga akan didampingi oleh Bapak dan Ibu Guru karyawan kurang sebanyak 20. Mereka akan bersama-sama menuju ke Dolandeso dengan mengendarai Bus.

Semoga acara pagi hari ini sampai sore nanti bisa berjalan dengan baik dan sukses. Saatnya SMK Negeri 1 Yogyakarta bisa menjadi lebih hebat. Hebat gurunya, karyawannya, siswanya, dan penguatan pendidikan karakternya.

Puspa Indah 9 Februari 2019 pukul 03.58 WIB