Oleh : Elyas
SMK Negeri 1 Yogyakarta (Skaoneta)
Berkarakter, berkualitas, berbudaya, berwirausaha, berwawasan lingkungan dan kompetitif (ber5K)
Tadi pagi saya berkesempatan untuk membuka acara yang diberi tema “All IZ Well” di ruang AVA SMK Negeri 1 Yogyakarta. Acara ini sepenuhnya dilaksanakan oleh perpustakaan SMK Negeri 1 Yogyakarta (PusKaOne) sekaligus memperingati Bulan Bahasa.
Acara ini dikemas cukup menarik yang semua pesertanya siswa dari kelas 10 s.d.kelas 12 yang ditawarkan secara sukarela. Jumlah peserta hanya dibatasi 50 saja. Mereka akan mendapatkan materi yang menarik sekaligus bimbingan konseling yang terkait dengan kesehatan mental.
Guys.. ternyata slot yang diberikan sejumlah 50 peserta terpenuhi. Sedangkan narasumbernya ada Mbak Tifani Chandra, M.Psi. , ada dari konselur UAD dan juga ada dari Wiloka.
Saat saya menyampaikan sambutan tentu saya menyambut baik kegiatan ini apalagi dilaksanakan pada hari Sabtu. Berarti anak-anakku yang datang pada kesempatan kali ini benar-benar datang dari diri sendiri bukan dipaksa oleh sekolah. Apalagi cara berpakaian yang sangat berbeda ketika hari-hari biasa. Anak-anak mengenakan pakaian kipas sopan dan tentu bersepatu.
Tidak lupa Saya berpesan kepada anak-anakku mohon bijaklah dalam menggunakan smartphone. Jangan sampai kita dikendalikan oleh smartphone tetapi kitalah yang mengendalikannya. Karena di era sekarang ini banyak kejadian yang lucu-lucu. Contohnya misalnya ketika kita berkumpul dengan teman-teman kita atau keluarga kita hampir semuanya itu pegang hp-nya masing-masing jarang kita bercengkrama seperti saat-saat dulu. Nah saya katakan kepada mereka barangkali inilah muncul orang “new gila”.
Tidak lupa pada kesempatan ini saya pun memperkenalkan bagaimana menulis dengan cepat hanya menghela nafas dan membaca cukup dengan telinga. Saya berharap sehabis kegiatan ini dilaksanakan anak-anakku langsung bisa membuat reportasi yang nanti hasilnya diupload di web sekolah. Cara melaporkannya atau menuliskannya cukup menggunakan Smartphone pakai mulut saja jadilah Boslis (ndobos jadi tulisan). Begitu juga ketika membaca tulisan cukup didengarkan saja, baca cukup dengar (cangar).
Oleh : Elyas
SMK Negeri 1 Yogyakarta (Skaoneta)
Berkarakter, berkualitas, berbudaya, berwirausaha berwawasan lingkungan dan kompetitif (ber5K)
Kemarin, 30 Oktober 2022 saya beserta Umi tiba di SMK Negeri 1 Yogyakarta tepat pukul 08.00 WIB. Ternyata di aula SMK Negeri 1 Yogyakarta anak-anak sudah berdandan untuk persiapan mengikuti kirab budaya / karnaval / Jambore Stroke di Malioboro.
Mereka sangat mandiri, berdandan sendiri, menyiapkan sendiri segala sesuatunya untuk tampil maksimal di acara tersebut. Selesai berdandan, membuat lingkaran berdoa terlebih dahulu. Setelah berdoa, kita foto bersama di Selamat datang SMK Negeri 1 Yogyakarta, kemudian berlanjut jalan kaki ke Malioboro tepatnya berkumpul di Teras 2 Malioboro bergabung bersama-sama dengan peserta yang lain.
Guys..pagi itu Malioboro benar-benar padat merayap apalagi pukul 09.00 acara karnaval segera di mulai wow .. benar-benar meriah yang diawali oleh Drum Band dari STTKD diikuti oleh peserta yang lain. Tentu tema hari ini adalah bagaimana mencegah penyakit Stroke. Jadi pesannya adalah mengingatkan kepada kita semuanya agar mencegah sedini mungkin penyakit stroke karena penyakit ini bisa menyerang siapa saja baik muda maupun orang dewasa. Kata kuncinya adalah harus bahagia.
Saat anak – anak SMK Negeri 1 Yogyakarta beraksi di Jalan Malioboro semangatnya luar biasa. Mereka sambil berteriak : Siapa kita?? SKAONETA…. Skaoneta?? Jaya …Jaya …Jaya.. dilanjutkan dengan bernyanyi bersama dengan formasi yang telah dirancang sedemikian rupa sehingga menjadi tontonan yang sangat menarik. Apalagi ditambah dengan alunan pengiring musiknya “drum band” suasana menjadi lebih meriah.
Sepanjang perjalanan anak-anak SMK Negeri 1 Yogyakarta sangat menghibur bagi siapa yang datang di Malioboro. Mereka tidak henti-hentinya untuk melakukan atraksi. Dan atraksi akhir dilakukan di titik nol.. mereka berhenti sejenak untuk mengulang kembali yel-yel yang telah disiapkan dan bernyanyi bersama. Ada Sang Ratu yang diapit oleh 4 pendampingnya. Sang ratu mengibarkan gaunnya …wow benar – benar seperti konser.
Suara tepuk tangan pun bergema menyemangati anak-anak SMK Negeri 1 Yogyakarta.
Itulah guys… Semangat yang membara dari anak-anak SMK Negeri 1 Yogyakarta ikut serta memeriahkan Jambore Nasional Stroke 2022 di Malioboro.
Salam Boslis ..
Ndobos jadi tulisan
Indahnya berbagi tulisan tanpa batas Hidup terasa lebih bermakna.
Berkarakter, berkualitas, berbudaya, berwirausaha, berwawasan lingkungan dan kompetitif (ber5K)
Pagi tadi SIS (Shopping in Skaoneta) ada di Dikpora DIY. Keberadaan SIS di Dikpora DIY ini melatih jiwa kewirausahaan siswa agar mampu berjualan secara langsung di lingkungan perkantoran.
SIS ini sebagai wadah untuk membranding diri agar produk-produk yang dihasilkan oleh SMK Negeri 1 Yogyakarta bisa terpasarkan dengan baik. SIS Bergerak dalam bidang lebeling sehingga bisa mengambil produk dari mana saja kemudian diberi label SIS, jadilah Shopping in Skaoneta.
SIS ke depan bisa ada di mana-mana di area perkantoran yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pasukan SIS dibekali dengan mobil Avanza peserta krunya yang terdiri dari pembimbing dan juga siswa. Doakan semoga besuk SIS akan memiliki mobil sendiri yang berupa grand max yang dimodifikasi menjadi toko berjalan.
Semoga kelak sudah memiliki mobil yang berfungsi sebagai toko berjalan jangkauan sis akan lebih luas lagi. Besuk kita rencanakan juga di setiap hari Sabtu dan Minggu kita akan berjualan keliling ke tempat-tempat yang strategis di Daerah Istimewa Yogyakarta. Jadi konsepnya sambil jalan-jalan sambil berjualan. Bertamasya berkendaria mendapatkan hasil sekaligus mempromosikan SMK Negeri 1 Yogyakarta.
Mohon doanya restunya semoga impian mempunyai mobil sendiri yang berfungsi sebagai toko mobile segera bisa terwujud. Aamiin
Bersama SIS belanja begitu mudah, cepat dan murah berkualitas.
Salam Boslis
Ndobos jadi tulisan
Indahnya berbagi tulisan tanpa batas Hidup terasa lebih bermakna
Oleh : Elyas
SMK Negeri 1 Yogyakarta (Skaoneta)
Berkarakter, berkualitas, berbudaya, berwirausaha berwawasan lingkungan dan kompetitif (ber5K)
Setiap 3 bulan sekali pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta melaksanakan evaluasi penyerapan anggaran pada masing-masing skpd yang ada di lingkungan pemerintahan. Semua kepala SKPD di undang duduk bersama untuk mendapatkan raportnya masing-masing selama 3 bulan.
Bagi yang mendapatkan raport terbaik dan yang terjelek akan berkesempatan untuk bersalaman dengan Bapak Gubernur. Inilah yang ditunggu-tunggu oleh semua pihak, lebih lebih kepala SKPD akan merasa “deg-degan” berkesempatan untuk bersalaman dengan Bapak Gubernur. Masalahnya pilihannya adalah yang terbaik atau yang terjelek dalam hal penyerapan anggaran.
Sepanjang saya jadi kepala sekolah mulai tahun 2018 sampai dengan sekarang ini Balai Dikmen Kota Yogyakarta belum pernah mendapat rangking terbaik dari kurang lebih 32 SKPD yang ada di pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta. Akan tetapi pada triwulan ke 3 tahun 2022 keajaiban itu terjadi. Saat saya melihat grafik yang dikirimkan dari mas Cahyo selaku kasubag Tata Usaha Baldikmen Kota Yogyakarta Saya hampir-hampir tidak percaya bahwa Baldikmen kota Jogjakarta bisa menempati ranking 1. Nah semakin percaya saat ada Foto dari Bunda kita Bunda Triana selaku Kepala Baldikmen Kota Yogyakarta mengirimkan foto di grup sekolah negeri kota, ternyata benar-benar terjadi bahwa Baldikmen kota Jogjakarta menempati ranking 1 dengan nilai 92,39.
Wow nilai sebesar itu suatu pencapaian yang luar biasa, ternyata Baldikmen pun bisa rangking 1. Padahal kalau dilihat dari segi kompleksitas Baldikmen ini membawahi sekolah-sekolah baik SMA maupun SMK. SMA dari mulai SMA 1 s.d. SMA 11. Sedangkan SMK dari SMK 1 s.d 5 dan SMK 7. Satu-satunya SMK yang berBlud hanya SMK Negeri 6 Yogyakarta. Artinya kalau SMK itu sudah berBlud perhitungan penyerapan anggaran disamakan dengan SKPD yang lain sejajar dengan Baldikmen.
Oleh : Elyas
SMK Negeri 1 Yogyakarta (Skaoneta)
Berkarakter, berkualitas, berbudaya, berwirausaha berwawasan lingkungan dan kompetitif (ber5K)
Salah satu gerakan yang dibudidayakan di SMK Negeri 1 Yogyakarta adalah Gerbatari. Apa itu gerbatari?? Kenapa muncul ide gerbasari?? Apa manfaatnya?
Gerbatari badalah gerakan membawa tanaman sendiri. Gerakan membuat tanaman sendiri ini sudah kita canangkan beberapa tahun yang lalu di SMK Negeri 1 Yogyakarta. Siapa saja mulai dari kepala sekolah, guru, karyawan, orang tua siswa, komite sekolah, pihak yang menggunakan jasa sekolah misalnya peneliti, alumni dll. secara sukarela membawa tanaman sendiri ke sekolah beserta potnya.
Jadi bila ada mahasiswa baik S1 maupun S2 yang sedang meneliti di SMK Negeri 1 Yogyakarta, ketika selesai penelitiannya maka mereka pun membawa tanaman sendiri beserta potnya diberikan ke SMK Negeri 1 Yogyakarta. Termasuk yang baru saja kejadian pada saat-saat ini, ada alumni yang kehilangan ijazahnya kemudian mengurus di SMK Negeri 1 Yogyakarta untuk mendapatkan semacam surat keterangan pengganti ijazah. Alumni itu sebut saja Bu Sri suhartini, beliau lulus tahun 1982 masih SMEA namanya . Setelah dia selesai semuanya maka Bu Sri suhartini pun memberi sebuah tanaman beserta potnya kepada SMK Negeri 1 Yogyakarta.
Guys budaya seperti ini terus kita akan laksanakan di SMK Negeri 1 Yogyakarta, dan akhirnya banyak tanaman yang ada di SMK Negeri 1 Yogyakarta merupakan sumbangan dari para relawan relawan tersebut.
Alhamdulillahirobbilalamin seiring dengan perkembangan waktu maka tanaman itu semakin banyak dan bisa untuk tatap mata di SMK Negeri 1 Yogyakarta. Tanaman-tanaman yang telah disumbangkan ke SMK Negeri 1 Yogyakarta kita rawat dengan baik sehingga bisa bertahan lama dan bisa tumbuh dan berkembang baik di SMK Negeri 1 Yogjakarta.
Oleh : Elyas
SMK Negeri 1 Yogyakarta (Skaoneta)
Berkarakter, berkualitas, berbudaya berwirausaha berwawasan lingkungan dan kompetitif ( ber5K)
Alhamdulillahirobbilalamin, kemarin Selasa 25 Oktober 2022 SMK Negeri 1 Yogyakarta telah dilaksanakan penilaian kinerja kepala sekolah (PKkS), yang di dalamnya ada juga penilaian Pendidikan Berbasis Budaya (PBB) dan penilaian Pelayanan Penampilan dan Prestasi sekolah (P3S).
Tim penilai datang ke sekolah pukul 08.00 tepat langsung menuju ke ruang AVA. Acara pembukaan pun segera dimulai diawali dengan mengucapkan doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan sambutan-sambutan. Sambutan yang pertama dari saya saya mengucapkan selamat datang di SMK Negeri 1 Yogyakarta kepada tim penilai mudah-mudahan nanti penilaian bisa berjalan dengan lancar tanpa ada halangan suatu apapun. Sambutan yang kedua sekaligus mengaran teknis disampaikan oleh perwakilan tim penilai.
Acara berikutnya langsung ke teknik penilaian. Tim penilai mencari responden sendiri baik dari siswa, karyawan maupun guru. Responden yang terpilih mengisi angket dan wawancara dengan tim penilai.
Tim penilai P3S keliling sekolah, hampir semua kelas dimasukin dan saat mereka berada di kelas bertemu dengan guru dan langsung menanyakan RPP guru saat dia mengajar. Dilanjutkan dengan pencermatan dokumen yang terkait dengan pendidikan berbasis budaya.
Untuk penilaian kinerja kepala sekolah sendiri yang meliputi 6 komponen dipusatkan di ruang meeting kepala sekolah. Satu persatu staf saya dimintai untuk menunjukkan bukti apa yang telah dilakukan selama Tahun Anggaran 2022 ini untuk meneropong kinerja kepala sekolah.
Oleh : Elyas
SMK Negeri 1 Yogyakarta (Skaoneta)
Berkarakter, berkualitas, berbudaya, berwirausaha, berwawasan lingkungan dan kompetitif (ber5K)
Siapa sih yang tidak mengenal Mr. Rudi?? Semua orang pasti kenal apalagi kepala SMA dan SMK se DIY terutama yang dari Kulon Progo pasti sangat kenal.
Beliau adalah satu-satunya pejabat yang penampilannya sangat nyentrik. Bisa dibilang nyentrik karena dijari-jari tangannya selalu ada Akik yang besar-besar.
Ehm mantan kepala sekolah di sekolah beberapa SMA favorit di kota Yogyakarta ini, saat ini menjabat sebagai kepala Baldikmen Kabupaten Kulon Progo. Bila bertemu beliau dari jauh sudah sangat kelihatan Akik-Akiknya.
Ternyata Akik yang dikenakan Mr. Rudy tidak sekedar aksesoris, tetapi mempunyai makna yang sangat dalam. Kata beliau AKIK itu bermakna Adaptif, Kolaboratif, Inovatif, dan Komunikatif.
Adaptif menurut beliau kalau ingin sukses maka harus bisa beradaptasi dengan siapa saja. Mudah untuk menyesuaikan diri di manapun kita berada.
Kolaboratif artinya harus mampu bekerja sama dengan semua orang. Adaptif saja tidak cukup tetapi harus mampu untuk berkolaborasi dengan siapapun di manapun kapanpun.
Inovatif artinya harus mampu menciptakan inovasi-inovasi baru dalam menunjang pekerjaan agar lebih efisien dan efektif. Inovasi tiada henti selalu ada ide / gagasan segar untuk mewujudkan karya baru.
Sedangkan komunikatif adalah mampu berkomunikasi dengan semua pihak. Menghargai satu sama lain, duduk sama rendah berdiri sama tinggi.
Oleh : Elyas
SMK Negeri 1 Yogyakarta (Skaoneta)
Berkarakter, berkualitas, berbudaya, berwirausaha, berwawasan lingkungan dan kompetitif (ber5K)
Dua Hari ini Mas Walijo di bantu oleh mas Ardi menyulap tempat parkir motor dan mobil menjadi lebih sedap di pandang oleh mata. Caranya cukup sederhana, dengan cat alas tempat parkir yang dulunya hanya pasangan semen sekarang sudah di buat tampilan yang sedikit berbeda di cat warna biru muda.
Agar lebih menarik diberi juga garis kuning untuk menentukan tempat parkir motor dan mobil, sehingga parkir motor dan mobil bisa tertata dengan rapi dan sedap dipandang oleh mata. Gagasan seperti ini sebenarnya sudah sangat lama. Sempat ingin pasangan semen itu diganti dengan keramik supaya lebih elegan dan indah. Sudah beberapa kali kita diskusikan tetapi akhirnya kandas juga karena terbentur dengan biaya. Biayanya lebih diutamakan skala prioritas sehingga tempat parkir pun tidak jadi di keramik.
Nah daripada menunggu terlalu lama, dan supaya ada kesan “baru” jadi deh sementara tempat parkir kita cat terlebih dahulu sebelum suatu saat di keramik bila sudah tersedia biayanya.
Ternyata setelah dicat tempat parkir biasanya kusam.. sekarang jadi segar kembali. Ehm warna biru muda semangat baru menyambut kedatangan bapak ibu guru dan karyawan serta anak-anakku saat berparkir di Skaoneta. Ya semangat itulah yang ingin saya tanamkan kepada seluruh warga sekolah untuk selalu berubah dan berubah sesuai dengan situasi dan kondisi zamannya.
Memupuk semangat baru memerlukan dorongan yang kuat dari dalam untuk selalu berkarya di manapun kita berada. Semoga dengan “suasana tempat parkir yang baru” hati kita semakin gembira untuk merajut prestasi bersama di SMK Negeri 1 Yogyakarta.
SMK Negeri 1 Yogyakarta, Lead you to the brightness
Salam Boslis
Ndobos jadi tulisan
Indahnya berbagi tulisan tanpa batas hidup terasa lebih bermakna.
Oleh : Elyas
SMK Negeri 1 Yogyakarta (Skaoneta)
Berkarakter, berkualitas, berbudaya, berwirausaha, berwawasan lingkungan dan kompetitif (ber5K)
Sejak tanggal 13 Oktober 2022 SMK Negeri 1 Yogyakarta bersama-sama sekolah yang ada di DIY dinobatkan sebagai sekolah adiwiyata tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta. Predikat yang demikian menjadi tantangan tersendiri untuk semakin mencintai lingkungan sekolah maupun lingkungan di luar sekolah.
Sekolah Adiwiyata itu bukan lomba akan tetapi lebih bertumpu pada bagaimana gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup sekolah (GPBLHS), artinya semua warga sekolah diharapkan mempunyai kepedulian terhadap lingkungan sekolahnya maupun lingkungan yang lain. Dari masalah yang sederhana misalnya sampah. Sampah di sekolah sebisa mungkin dikelola dengan baik, mulai cara memilah sampah, membuang sampah pada tempatnya, Dan Sampah diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat seperti jadi kompos dan kompis bisa dipakai untuk menyuburkan tanaman di lingkungan sekolah. Bahkan kalau kompos yang di hasilkan di sekolah surplus bisa di pasarkan juga ke luar sekolah jadilah intrepreneurship.
Meskipun sekolah adiwiyata bukan lomba, tetapi regulasi yang mengaturnya sangat sistematis agar lingkungan yang ada di sekolah itu benar-benar tertata dengan baik. Nah dari sini DLHKP DIY maupun Kab. / kota setiap tahun mengadakan peringkat sekolah adiwiyata. Bagi yang mendapat peringkat 1 sampai dengan 3 yang telah memenuhi syarat kriteria sekolah Adiwiyata tingkat DIY akan mendapatkan piagam penghargaan dari gubernur, piala dan juga uang pembinaan. Sedangkan bagi peringkat keempat dan seterusnya yang memenuhi kriteria sekolah adiwiyata tingkat DIY akan mendapatkan piagam penghargaan.
SMK Negeri 1 Yogyakarta (Skaoneta)
Berkarakter, berkualitas, berbudaya, berwirausaha, berwawasan lingkungan dan kompetitif (Ber5K)
Pagi ini di SMK Negeri 1 Yogyakarta diadakan perekaman e-ktp dari Dinas Kependudukan dan Catatan Dipil (Dukcapil) kota Jogjakarta. Perekaman KTP ini dikhususkan kepada siswa-siswi yang berasal dari kota Yogyakarta, mulai usia 16 tahun.
Bagi yang berusia 16 tahun tetap bisa direkam e-ktp-nya nanti mengambilnya Di saat usianya sudah lebih dari atau sama dengan 17 tahun di Mall Plaza Pemkot Yogyakarta. Syarat untuk mengikuti perekaman e-ktp ini cukup mudah hanya membawa fotokopi kartu keluarga.
Semua siswa yang ingin direkam e-ktp-nya mengantri terlebih dahulu untuk pencocokan data yang ada. Setelah datanya cocok maka satu persatu siswa akan difoto. Setelah foto siswa tinggal menunggu hasilnya. Tentu bagi yang sudah berusia 17 tahun atau lebih saat itu langsung jadi e-ktp bisa dibagikan kepada siswa. Ataupun andikata belum jadi bisa langsung diambil ke Mall Plaza di balai kota.
Itulah hebatnya guys.. pelayanan di era sekarang oleh Dukcapil Kota Yogyakarta yang menjemput bola ke sekolah-sekolah. Hebat dan salut buat Dukcapil Kota Yogyakarta yang pro aktif mendatangi sekolah-sekolah untuk merekam e-ktp warganya.